Movie Review: Behind Her Eyes (Netflix Limited Series)

3/14/2021 01:45:00 pm

Konten [Tampil]

"Pinch myself and say 'I'm awake' once an hour. Look at my hands, count my fingers. Look at a clock or a watch, look away, look back. Stay calm and focused, think of a door."

Sebuah kata-kata yang terdengar seperti mantera, tertulis di halaman pertama buku harian seseorang. Menurutnya, itu adalah sebuah cara untuk bisa mengendalikan night terror, alias teror malam, alias gangguan tidur yang membuat pengidapnya merasakan kegelisahan, ketakutan, dan kepanikan yang luar biasa, sehingga ia bisa saja berteriak dan susah disadarkan, atau tidur sambil berjalan. Menurutnya lagi, kemampuan mengendalikan mimpi akan membuat pengidapnya dapat menolak mimpi buruk tersebut, menemukan sebuah pintu yang bisa ia buka, melanjutkan mimpi lainnya yang lebih indah, dan tidak menjadi sebuah teror saat tidur. Apakah benar cara tersebut dapat berhasil dilakukan?

Seorang sekretaris di perusahaan psychiatrist consultant, Louise, mengalami night terror hampir setiap malam. Pada mimpinya selalu sama, melihat ibunya tewas di depan matanya, ada obat-obatan yang tumpah, dan anaknya menjerit memanggilnya "Ibu" sambil berlari menjauh. Ia mengalami ini sambil sleep walking setiap malam. Tak jarang hingga menabrak benda-benda di rumahnya dan menghasilkan memar di bagian tubuhnya. Entah apa arti dari mimpi buruknya yang selalu sama itu, tetapi mimpi itu sepertinya datang karena sebuah trauma masa lalu, yang tidak secara detail dijelaskan dalam film ini. Tapi, hal ini ternyata menjadi kunci masalah utama, tentang bagaimana ilmu yang dipelajari untuk mengendalikan mimpi, ternyata bisa juga membawanya ke sebuah pengalaman lain yang tidak diduga sebelumnya. Hubungannya dengan sepasang suami istri, yang juga menjadi bosnya di kantor, adalah pembuka jalan untuknya dapat memahami ilmu tersebut, astral projection.




Louise, adalah seorang single parent dari seorang anak laki-laki bernama Adam. Kesepiannya sehari-hari membawanya larut dalam sebuah hubungan asmara dengan seorang pria, yang kacaunya adalah, bos baru di perusahaan tempatnya bekerja, David Ferguson. Sialnya lagi, David ternyata sudah menikah dengan perempuan super cantik dan perfect, Adele. Istri David ini digambarkan sebagai perempuan yang sangat sempurna, tapi menjalani kehidupan yang sangat menyedihkan. Pernikahannya dengan David yang sudah berjalan selama sepuluh tahun, tidak juga dikaruniai anak. Bahkan, David diduga sering berselingkuh dengan perempuan lain, yang saat ini termasuk dengan Louise. Sebisa mungkin, Louise dan David menyembunyikan hubungannya di kantor, dan bercinta di apartemennya hampir setiap malam. Kesialan selanjutnya adalah pertemuan yang tidak disengaja antara Adele dan Louise, ternyata membawa mereka ke sebuah hubungan persahabatan yang semakin erat. Bukannya merasa bersalah, Louise dengan sengaja malah menjalani hubungan intens dengan keduanya secara bersamaan. Menurutnya, mereka berdua sial, tetapi merasa complete dan bahagia ketika bersamanya. Adele, perempuan kesepian, bisa tertawa lepas saat nge-gym dan lunch di kafe bersama Louise. David, laki-laki yang butuh pelarian, sangat haus akan cinta Louise, yang tak ia dapatkan lagi dari hubungannya dengan Adele.




Suatu hari, saat Louise menceritakan tentang night terror-nya kepada Adele, ia memberikan sebuah buku catatan yang berisi tentang cara mengendalikan mimpi buruk tersebut. Mantera yang telah saya sebutkan di atas itulah yang kemudian Louise coba terapkan setiap hari, hingga akhirnya ia menemukan 'pintu pertama'nya dalam sebuah mimpinya. Ia mendapati mimpi yang sangat indah, mimpi yang ia buat sendiri. Ia bangun dengan senyum merekah, bukan lagi ketakutan dan kepanikan seperti biasanya. Tetapi, mengapa semua terjadi secara berbarengan? Apakah benar bahwa ini hanya sebuah kebetulan? Atau sudah ada yang merencanakan? Netflix menyajikan series ini secara singkat, 50 menit per episode, sebanyak 6 episodes dalam satu season saja. Sebuah durasi yang cukup singkat untuk sebuah series. Meskipun akan dibuat agak bosan di pertengahan episode, tetapi ending yang akan kalian temukan justru berisi double twist yang akan membuat kalian terkejut!




Buku harian yang berisi mantra pelindung night terror yang diberikan Adele kepada Louise adalah milik Rob, sahabat terdekat Adele selama berada di panti rehabilitasi. Ya, Adele pernah menjalani karantina di sana, karena kecanduan obat terlarang dan mengidap night terror setelah kematian kedua orangtuanya di rumahnya yang megah akibat kebakaran. David menyelamatkan Adele, tapi orangtuanya tidak terselamatkan. Setahun setelah Adele dikarantina, David menikahinya. Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama, ketika tiba-tiba Rob hilang. Ia diduga mati dibunuh oleh David yang cemburu atas kedekatannya dengan Adele. Rob kemudian dibuang ke dalam sebuah sumur tua di hutan dekat rumah Adele. Lalu, apa hubungannya dengan mantera yang ada di buku harian tersebut?

Rob selalu diceritakan sebagai masa lalu Adele. Dengannya, Adele belajar mengendalikan mimpi buruknya. Dari situ pula, mereka belajar mengenai ilmu astral projection. Sebuah ilmu tentang kemampuan seseorang keluar dari raganya, bepergian ke tempat yang pernah mereka datangi hanya dengan membayangkan detail tempatnya. Kemampuan itu ternyata terus dilakukan Adele, hingga ia bisa mengetahui kegiatan David sehari-hari ketika di luar rumah. Ia selalu tahu jika David bertemu perempuan lain, atau bahkan berselingkuh, termasuk kali ini dengan Louise. Tapi, ketika Adele bertemu Louise, ia masih tetap pura-pura tidak tahu. God! Louise, you made a mess with a wrong person, I guess!


Adele dan Rob ketika mempraktekkan astral projection di panti rehabilitasi


Banyak pertanyaan yang akan kalian temukan ketika menonton series ini, seperti; mengapa David tidak mencintai Adele lagi seperti dulu? Apakah David benar-benar tulus dengan Louise? Mengapa Rob bisa mati? Siapa yang membunuh Rob? Apakah Rob naksir dengan Adele? Bagaimana nasib Louise saat ia mengetahui bahwa Adele adalah teman yang licik? Bagaimana hubungan David dan Louise pada akhirnya? Seberapa bahaya penggunaan astral projection yang dilakukan terus menerus? Semua itu akan sangat jelas diceritakan di akhir episode, tapi, kalian harus bersabar karena plotnya lumayan lambat. Alurnya pun dibuat acak, kadang maju, kadang mundur, tapi itu semua dilakukan untuk membentuk teka-teki di kepala audience. Lalu semua akan dipecahkan di akhir episode. Tidak tanggung, kalian disuguhi double twisted sekaligus! Film ini akan mengungkap identitas Adele dan Rob yang sesungguhnya. Dan, jangan harap kalian akan menemukan ending yang happy, karena tidak adaa.


David dan Adele saat masih mesra dan bahagiaaa banget


Adele tuh wajahnya cantik tapi misterius bangettt :(



Udah penasaran belum sama filmnya? Yuk langsung ditonton sekarang di Netflix, dengan judul "BEHIND HER EYES". Oiya, katanya film ini tuh adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Sarah Pinborough di tahun 2017. Tapi, saya sendiri belum pernah baca versi novelnya. Kalau ada yang udah pernah baca, boleh share juga yah di komentar, kira-kira bagus juga nggak? Jalan cerita dan endingnya sama atau beda? Jadi penasaran juga nih, hehe.



BEHIND HER EYES (ORIGINAL NETFLIX LIMITED SERIES)




Cast: Simona Brown (Louise), Eve Hawson (Adele), Tom Bateman (David), Robert Aramayo (Rob).

Genre: Psychological thriller, supernatural fiction.

Streaming on: Netflix (premiered on February 17, 2021.

Rate: 4.8/5

You Might Also Like

0 comments

Thank you for meeting me here! Hope you'll be back soon and let's connect each other 😉