Review: Kunjungan Pertama ke Klinik Gigi Anak

1/12/2019 12:57:00 am

Konten [Tampil]
Sebelum libur Natal, saya diberi tahu oleh seorang teman, bahwa sedang ada promo konsul gigi gratis di sebuah klinik dengan syarat: anak di bawah 2 tahun dan membawa buku RS sebagai validasi umur, serta membuat janji terlebih dahulu. Jadi gak ujug-ujug langsung datang gitu. Nah, kebetulan di dekat rumah lokasinya di Puri Indah nih, jadilah saya napsu bikin janji via telpon. Tapi karena sudah libur Natal, saya bikin janji di awal Januari 2019, tepatnya tanggal 3 kemarin. Saya excited banget plus deg-degan, takut Biandul nangis ketakutan, atau malah ada kenapa-kenapa sama giginya. 

Di umur 14 bulan, gigi Biandul baru ada enam; 4 buah di atas, dan 2 buah di bawah, tengah semua. Sejak giginya muncul di umur 11 bulan, saya langsung cari tahu pasta gigi apa yang aman digunakan bayi, karena belum bisa kumur dan pasti pastanya akan tertelan. Tapi, sikat giginya masih pakai silikon yang untuk bersihin lidah, bulunya juga masih silikon teksturnya. Sempat mau beli sikat gigi tapi masih ragu, apakah udah perlu? Perlu sih, tapi pakai silikon dulu deh supaya gak langsung kaget karena kan sikat gigi tuh panjang dan lebih besar. Saya maunya kenalin Biandul pelan-pelan supaya gak susah diajak sikat gigi. Alhamdulillah, Biandul selalu suka tiap sesi sikat gigi. Mungkin karena pasta giginya juga rasa strawberry dan dia doyannn. Nah, pasta gigi yang saya pilih akhirnya adalah Jack N' Jill rasa strawberry. Sempat baca beberapa artikel bahwa pasta gigi yang baik adalah yang berbahan organic dan fluoride free. Jadilah saya cari, tapi beberapa pasta gigi harganya terlalu mahal bagi saya. Nah, beberapa yang murah pun (contohnya merek komersil macam Kodomo, Pepsodent, dll) masih membuat saya ragu, aman gak sih kalau tertelan? Ya, jadi cari aman aja pakai yang organik sekalian tapi harganya gak terlalu mahal. Saya beli Jack N' Jill di Shopee Mall (di official akunnya) dengan harga Rp55,000. 

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kita bisa membawa anak kontrol ke dokter gigi pertama kali saat umurnya 1 tahun dan sudah tumbuh gigi susu pertamanya. Tapi, dulu suami saya merasa belum perlu karena ya gigi pertama bayi pasti bagus-bagus aja dan baru sedikit juga. Makannya pun belum macem-macem kayak orang dewasa. Setelah saya coba komunikasikan lagi pentingnya cek gigi anak sejak dini, plus kebetulan ada promo juga, sekalian deh ajak suami kontrol aja biar kenalin Biandul ke dokter gigi juga. Sekalian banyak banget yang mau saya tanyain ke dokternya. Untungnyaaaa akhirnya si suami mauuuu anter saya dan Biandul cek gigi hihi. 

Tanggal 3 sore, kami berkunjung ke Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic di Puri Indah, bertemu dengan Drg. Asti (WAH NAMANYA SAMA NIH KITA WKWK). Pertama kali masuk ke kliniknya, beberapa mainan lucu sudah terlihat. Nah, ini jadi bikin Biandul teralih perhatiannya selagi saya sibuk registrasi, jadi gak rewel sendiri. Dia anteng banget loh karena saking banyaknya mainan yang belum pernah dia liat, ya kalau di rumah kan mainannya itu itu lagi. Setelah verifikasi data dan registrasi, saya diminta untuk pilih film yang akan diputar di dalam ruangan selama pemeriksaan untuk mengalihkan anak supaya gak terlalu takut selama giginya diperiksa. WIH, MENARIIIKK. Ini kan pertama kalinya juga saya ke dokter gigi anak, jadi kurang tahu apakah di semua tempat menerapkan hal yang sama atau tidak. Karena Biandul lagi suka sama fish, saya ambil deh film Finding Dory, kasih ke staff-nya. Setelah nama Biandra dipanggil, kami masuk ke ruangan praktek. Dokternya ramaaah banget dan menyapa kita dengan manis. Biasanya Biandul suka susah kenalan sama orang baru, bahkan bisa nangis. Tapi kemarin less drama banget dan cuma meringis dikit-dikit doang.


Ini ruangan tunggu, dari pintu masuk (warna cokelat di sebelah kanan) langsung ada mainan anak, dan sebelah kiri adalah meja registrasi. Pintu di samping sofa itu adalah ruang praktek. Kita cek gigi di dalam sana, tapi gak banyak ambil foto. 



Mainannya banyaaak dan warna-warni 



Muka happy liat banyak mainan 


Drg. Asti pertama-tama menanyakan ke saya beberapa hal: masih ASI? masih pakai dot? malam masih suka nyusu? makannya suka ngemut? udah bisa gosok gigi? pakai pasta gigi dan sikat gigi apa? Nah, sambil ngobrol, Biandul dikasih boneka buaya yang agak besar dan punya gigi. Biandul juga dikasih sikat yang agak besar dan panjang, lalu ditanya, 'Biandra tau gak cara sikat gigi? Gimana sih, coba tolong sikatin gigi buayanya yuk sayang.' Asli manis amat cara ngomongnyaaa. Nah, setelah udah ngobrol sedikit, mulailah pemeriksaan gigi. Di umur Biandul yang baru 14 bulan, dia pasti masih belum kooperatif untuk dicek giginya, jadi adegan nangis pasti ada. Oiya, Drg. Asti dibantu oleh 2 staff yang juga ramah-ramah. Film Dory mulai diputar, Biandul saya pangku, bangku mulai direndahkan, dan dia mulai cranky karena curiga bakal diapa-apain. 

Sambil dicek giginya, sambil Biandul nangis, saya terus sounding (kapan-kapan saya cerita tentang "sounding" ini ya) pelan-pelan bahwa ini cuma sebentar supaya giginya bagus terus dan gak sakit. Setelah selesai dicek, gigi Biandul disikat pelan pakai pasta strawberry (kayak rasa yang biasanya dipakai di rumah). Pas disikatin sih nangis, tapi gapapa jadinya mulutnya kebuka hehe. Abis selesai disikat, nangisnya langsung reda. Terus salah satu staff kasih balon gambar Paw Patrol buat Biandul. Dia seneng deh mainan balon, apalagi di rumah sering nonton Paw Patrol. 


Adegan cek gigi sambil nangis-nangis takut 



Balon Paw Patrol!
Sampai sekarang masih ada loh di rumah dan gak kempes-kempes haha 



Hasil pemeriksaan gigi Biandul:
Gigi Biandul masih bagus semua, kecuali SATU GIGI di sebelah kiri atas yang udah mulai ada bercak putih tanda pemicu karies gigi di masa depan. Kalau gak rajin dibersihin dan diperhatiin, nanti lama-lama bisa keropos giginya. WADAW, kayak ditabok! Selama ini gigi saya rapi dan sehat, gigi suami juga kayaknya gak berantakan kok. Jadi kalau nanti saya gak bisa jaga gigi anak dan jadi keropos mah aduh ampun jangan sampe deh. Sedih banget. Tapi Drg. Asti menjelaskan tanpa menakut-nakuti, karena sesungguhnya kondisi gigi Biandul masih bagus banget. Cuma memang perlu lebih diperhatiin lagi aja kebersihannya di satu gigi itu. Nah kan, kalau gak ke Drg mah pasti saya gak akan ngeh sama si satu gigi itu :( 

Hasil ngobrol dengan Drg. Asti tentang gigi anak: 
  • Beberapa artikel menyebutkan bahwa pasta gigi dengan kandungan fluoride BERBAHAYA jika tertelan bayi. Tapi sesungguhnya gigi susu bayi tetap butuh fluoride agar kuat dan tidak mudah keropos karena karies gigi, apalagi jika sudah MPASI dan rutin minum/makan manis, atau masih menggunakan media dot. 
  • Mengenai bahaya atau tidak jika fluoride tertelan, pemakaian jumlah pasta gigi harus disesuaikan dengan umur bayi sehingga risiko yang ditimbulkan sangat minim. Usia 1 tahun penggunaannya cukup dikiiittt bgt sebsar biji beras. Setelah 3 tahun, pemakaiannya sebesar kacang polong, dan setelah sikat gigi LANGSUNG dilap dengan handuk basah sehingga tidak banyak tertelan oleh bayi. FLUORIDE BERBAHAYA JIKA DIKONSUMSI DALAM JUMLAH YANG BANYAK DAN TERUS-MENERUS. Ya, tapi kan anak kita gak akan ngemutin pasta gigi banyak-banyak, kaaaan? Jadi ya ternyata aman aja sis kalau pemggunaannya masih sesuai anjuran, dan selama ini saya malah pakein yang free fluoride karena dulu belum cari informasi terlalu dalam. Akhirnya setelah cek gigi, saya langsung ganti pasta gigi hehehe. 
  • Biandul udah bisa mulai pakai sikat gigi yang stage untuk usia 1 tahun+, tidak lagi pakai silikon karena tidak terlalu bisa membersihkan dengan maksimal. Bye silikon, brb skroling online shop wkwkwk. 
  • Waktu sikat gigi gak harus tiap mandi, justru yang paling penting adalah pagi hari setelah sarapan dan MALAM HARI SEBELUM TIDUR, karena malam hari mulutnya sudah asam dan sudah banyak masuk bermacam jenis makanan. Sebenarnya buat yang masih nyusu malam hari pas jam tidur, itu juga lumayan memicu karies gigi karena ada susu yang mengendap di dalam mulut dan gigi bayi semalaman, tapi kan gak mungkin setiap malam abis nyusu kita bilas gigi bayi pakai kassa basah. Ribet sis kan ngantuk yah huhu. Yaudah gapapa deh asal pas waktunya sikat gigi ya disikat bersih aja. Opsi lainnya adalah tawarin air putih aja kalau kebangun malam. Itu bisa mulai dilakukan KALAU udah mau mengurangi jatah nyusu atau nen ya, biasanya dimulai dari mengurangi jatah nen di malam hari dan biasanya ini tuh untuk anak yang sedang dalam perjalanan mau disapih. Biandul sih masih jauh ya haha dan nen-nya masih sesukanya dia aja. 
Jadwal rutin cek gigi adalah setiap 6 bulan sekali (sama kayak kita aja orang gede, tapi pada jarang kan rutin cek gigi hayooo?) untuk memantau apakah gigi anak yang keliatannya bagus-bagus aja tuh beneran bagus atau sesungguhnya sudah ada bercak putih/kuning yang gak bisa hilang? Karena ternyata eh ternyata ya, KARIES GIGI TUH GAK BISA HILANG HUHUHU, baik yang masih baru bercak putih aja, udah mulai menguning, atau apalagi yang kariesnya udah lumayan tebal. Gak bisa dihilangkan. Bisanya direm/stop agar tidak semakin menggerus gigi sampai akhirnya bolong. Caranya ya dengan perawatan dan perhatikan makanannya. Awal-awal gigi masih sedikit sih masih gampang ya monitornya, nah nanti kalau udah penuh semua tumbuh, bakal lebih susah dan dramanya bisa jadi makin banyak. 
Biandul (dan semua bayi lainnya) sebaiknya DILARANG makan cokelat, permen, atau makanan manis lainnya yang lengket di gigi, apalagi susah dibersihkan dari gigi. Karena ya kayak yang kita tau sendiri, makanan manis kan pemicu utama masalah gigi. Biandul emang belum pernah sih dikasih permen dan cokelat, kecuali biskuit dan wafer dia pernaaah. Eskrim apalagiiii hehehehe. Tapi katanya masih gapapa selagi gak berlebihan dan gak menempel di gigi hingga sulit dibersihkan. Semakin lama sisa makanan menempel di gigi, akan jadi kuman yang siap merusak kekuatan gigi hiiiiii. 
Akhirnya, apa yang mamak lakukan setelah pulang cek gigi? Langsung beli pasta gigi baru (yang ber-fluoride) dan sikat gigi baru dooong wehehehe. Setelah bingung cari info sana-sini, bagusnya pasta gigi apa ya yang ada kandungan fluoride-nya? Akhirnya saya memutuskan untuk membeli Enzim Anak karena tanpa deterjen. Saya dan suami juga pakainya Enzim soalnya. Di saya sih ngaruh banget untuk mengurangi kambuhnya sariawan yang gak pernah sembuh selama hidup ya, makanya semoga bisa menjaga gigi Biandul juga. Sedangkan untuk sikat gigi, saya pilih beli Pigeon stage 3 untuk umur 1 tahun ke atas. Tapi aneh deh kok bulunya keras dan kaku banget gitu huhu saya jadi takut pakenya, takut sakit kena gusi karena lumayan tajam, apalagi giginya masih sedikit kan, jadi gusinya pasti akan kerasa banget kalau kena bulu tajamnya ini. Tapi akhirnya saya pakein pelan-pelan sih, Biandulnya gak kayak yang kesakitan atau gimana, malah seneng dan praktekkin sikat gigi sendiri, diemut dan gosok-gosok ke giginya sendiri hihi. Punya rekomendasi sikat gigi anak yang lebih bagus? Share dong :) 


Ini penampakan Pigeon Stage 3 (untuk 12 bulan+) 


Nah... bagi yang ada di sekitaran Jakarta Barat dan mau ke klinik Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic, berikut saya kasih kontak dan alamatnya di bawah ini ya: 

Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic
Jl. Kembang Indah 3 Blok G3-13, Puri Indah, Jakarta Barat
021-5835-1000 

Selain di Puri Indah, Kidz Dental Care & Orthodontic Clinic juga ada di BSD City dan di beberapa RS Siloam di Jakarta. Info lengkapnya bisa cek di IG @kidzdentalortho. Di IG-nya juga BANYAK BANGET lohhh informasi seputar masalah gigi anak dan tips & trick cara mengatasinya. Abis itu saya juga langsung baca-baca info yang ada di IG-nya supaya gak ragu lagi ambil keputusan untuk pemeliharaan gigi Biandul. 

Ayo tambahin tips cara menjaga kesehatan gigi bayi dong, yang tau boleh share di komen ya. Makasiiih udah bacaaa :)

You Might Also Like

8 comments

  1. Bulan ini jadwalku cek gigi ke dokter gigi langganan. Kalau dokter giginya bikin nyaman emang ga bikin parno. Orang dewasa kaya kita (((kita????))) aja suka parno duluan kan kalau ketemu dokter gigi hihihi.... Seingetku dulu pas kecil kalau ke doter gigi malah ditakut-takutin, jadi lait dokter gigi itu berasa ketemu monster :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah betuuul. kuncinya ketika sounding ke anak adalah jangan sekali2 pakai kalimat nakut2in, jadi kasih tau positifnya aja. saya percaya sih anak umur setahun udah paham walau belum bisa ngerespon. apalagi kalau klinik gigi khusus anak kan pasti treatment-nya akan selucu mungkin plus ada banyak mainan, jadi gak terlalu tegang hihi

      Delete
  2. ya memang bawa anak ke dokter itu agak menyeramkan kalau dari awal anak2 sudah takut duluan krn biasa ditakut2in ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, dokter gigi itu kayak dokter yang paling bikin serem kayaknya ya. padahal mah biasa aja, cuma mungkin yg bikin menyeramkan karena mulutnya dipegangin dan 'diapa-apain' kali ya. makanya musti di-sounding dari jauh hari supaya gak kaget anaknya. jd gak takut.

      Delete
  3. Kemarin aku abis ke dokter gigi langganan, mbak. Kalau dokternya asyik giyu nggak bikin aku takut. Soalnya pernah juga mau cabut gigi, eh sudah kayak ditakut-takuti saja. Mudur dong aku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita yang udah dewasa aja masih suka takut ya kalau mau ke dokter gigi, apalagi anak-anak hihi. makanya kalo klinik gigi anak disediain banyak mainan supaya anaknya gak takut, dan kerasa kayak diajak main. hehe makasih udah berkunjung mbak, sehat terus ya :)

      Delete
  4. Wah asyik banget ya kliniknya ada acara nonton filmnya segala😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa aku juga baru tau kalau klinik gigi anak selucu inii πŸ˜…

      Delete

Thank you for meeting me here! Hope you'll be back soon and let's connect each other πŸ˜‰