Asty X Tian Wedding: Nikah Tanpa Resepsi, Bisa?

5/17/2017 02:04:00 pm

Konten [Tampil]
Hola!

Mengingat saya pernah bilang ingin share rincian dan persiapan saya saat nikah tanpa resepsi, sepertinya mood saya kali ini sedang sangat baik-baiknya untuk berbagi cerita. Semoga menginspirasi yaa...


Berawal dari celetukan pasangan saya yang dengan sengaja sesumbar, bahwa kalau sampai dia dapat project besar dalam waktu dekat, maka uangnya akan dia pakai untuk membeli cincin dan melamar saya. Eh, loh, kok kesampaian...

Jadi deh dia punya budget awal untuk membeli cincin. Kami memutuskan untuk membeli perak, dengan alasan karena cincin kawin kami bukan untuk investasi keuangan kalau-kalau suatu saat nanti kita butuh uang dan bisa menjualnya. Bagi kami, cincin adalah simbol pernikahan kami yang jangan sampai kami jual nantinya. (Update per 2021, ternyata cincin kami malah hilang hahaha. Tapi, untunglah kami gak jadi membeli emas karena ya bakal nyesek banget kalau sampai hilang, harganya kan jauh banget sama perak. Ini juga salah satu pertimbangan kami dulu, karena kami termasuk orang yang kurang betah pakai aksesoris dalam jangka waktu yang panjang, jadi takut hilang/rusak.)

Kami pergi ke Blok M untuk mencari toko emas dengan harga terbaik, tapi lupa nama tokonya apa, huhu. Kami dapat harga perak kurang lebih Rp40,000 per gram. Cincin kami jika digabung adalah seberat 10 gram, sehingga total biaya yang kami keluarkan adalah sekitar Rp 400,000.

Penampakan cincin kawin.

Setelah itu, kami mengurus surat-surat ke RT, RW, dan Kelurahan untuk mendaftar nikah ke KUA. Karena menurut info selambat-lambatnya pendaftaran nikah adalah dua minggu sebelum hari H, kami prioritaskan untuk mengurus hal ini pertama kali setelah kami lamaran.

Kurang lebih yang saya ingat, dokumen yang dibutuhkan adalah:

  1. Surat pernyataan persetujuan pernikahan dan pengantar nikah ke KUA, ditandatangani oleh calon pengantin dan wali;
  2. Formulir data diri calon pengantin pria dan wanita;
  3. Fotokopi KTP calon pengantin dan wali;
  4. Fotokopi KK;
  5. Dokumen nomor 1 dan 2 yang telah ditandatangani RT dan RW, dibawa ke Kelurahan beserta dokumen nomor 3 dan 4;
  6. Dari Kelurahan, akan dapat beberapa dokumen seperti: surat keterangan nikah (N1), surat keterangan asal-usul (N2), dan surat keterangan tentang orangtua (N4);
  7. Pas foto ukuran 3x4 (2 lembar) dan 4x6 (2 lembar), background warna biru;
  8. Surat keterangan numpang nikah bagi salah satu calon pengantin atau keduanya jika ingin menikah di luar domisili;
  9. Semua dokumen (nomor 1-8) dibawa ke KUA, dan setelah mendaftar akan mendapat surat keterangan hendak menikah (N7) dari KUA. Perlu diketahui jika ingin menikah di kantor KUA pada jam kerja hari Senin-Jumat, maka pendaftaran nikah gak dikenakan biaya alias gratis. Jika akad nikah dilaksanakan di luar kantor KUA atau pada hari Sabtu-Minggu di luar jam kerja, maka akan dikenakan biaya Rp600,000, dan pembayaran dilakukan saat sedang mendaftar nikah.
Setelah mendaftar di KUA dan mendapatkan kesediaan penghulu yang dapat menikahkan, kami diberi kesempatan berbincang dengan penghulunya. Yang perlu penghulu tahu tentang informasi pernikahan adalah:
  1. Hari, tanggal, dan jam akad nikah;
  2. Lokasi akad nikah;
  3. Bentuk dan jumlah mas kawin yang akan diberikan;
  4. Nama wali dan saksi.
Kami juga mendapat sekilas nasehat dan pembekalan tentang pernikahan yang baik dari penghulu. Kami bisa menanyakan beberapa hal yang dirasa masih belum jelas. Oh iya, karena kami menikah di KUA pada hari Kamis, maka kami sama sekali gak keluar biaya apapun selama mengurus semua dokumen persyaratan dan pendaftaran pernikahan ini. Yah, lumayan menekan biaya, sih. Hehe. Lagipula, menikah di KUA atau di luar KUA itu sama saja kok, gak kalah sakralnya. Paling, tamunya sih yang musti dibatasi. Lagipula, biasanya tamu yang kita undang untuk melihat prosesi akad nikah itu adalah tamu terdekat kan? Jadi, ya seadanya saja. Sisa tamu lainnya kami ajak untuk langsung datang ke rumah saya setelah akad nikah selesai di KUA.

Kalau gak salah ingat, teman-teman saya dan suami yang waktu itu datang ke KUA untuk melihat prosesi akad nikah ada sekitar 11 orang, dan keluarga inti kedua belah pihak totalnya gak lebih dari 20 orang.

Balik lagi ke persiapan nikah...
Setelah menyiapkan dokumen pendaftaran ke KUA, saya langsung menyiapkan baju yang akan saya dan pasangan saya pakai di hari H, selagi orangtua saya menyiapkan apa saja yang perlu disiapkan untuk pengajian yang diadakan setelah akad nikah.

Kemeja, jas, dasi, dan celana bahan yang akan dipakai pasangan saya, saya yang urus. Saya beli di toko online dan kebetulan dapat barang bagus dan pas, alhamdulillah. Nah untuk kebaya yang saya gunakan, saya diberi pinjaman oleh teman dekat saya. Lagi-lagi salah satu bentuk datangnya rejeki yang gak saya duga-duga selama menyiapkan pernikahan yang serba padat ini. Sedangkan jilbab dan make up saya, serta kebaya, jilbab dan make up Ibu saya, adalah hasil karya dari Ibu Mulyani (di Jagakarsa, Jakarta Selatan). Beliau punya jasa wedding & event organizer serta make up untuk pengantin, rekomendasi dari salah satu teman saya. Jika butuh kontaknya, nanti akan saya tulis di bawah setelah tulisan ini selesai, ya.

Baju dan make up saya untuk akad nikah.

Hasil make up Ibu Mulyani.

Untuk make up dan baju saya dan Ibu saya, kurang lebih saya menghabiskan biaya kurang dari 1 juta, hanya sekitar Rp700,000 - Rp 800,000 (agak lupa tepatnya berapa). Itu sudah termasuk dijemput dan diantar pulang dari rumahnya ke rumah saya, karena rumahnya termasuk dekat.

Baju dan makeup Ibu, oleh Ibu Mulyani.

Setelah itu, untuk jasa fotografer, alhamdulillah ada beberapa volunteer yang bersedia membantu sehingga saya punya beberapa fotografer yang mengabadikan momen bahagia ini. Total fotografer yang waktu itu membantu ada 3 orang, dan tambahan 1 orang teman pasangan saya yang bersedia kami bayar sesuai dengan anggaran biaya yang bisa kami berikan. Ini merupakan rejeki lain yang datang dalam bentuk bantuan dari beberapa teman :")

Oh iya, salah satu teman saya juga turut membantu mengabadikan momen penting saya saat itu. Kalian bisa lihat portofolionya di Instagram @arislansitohang. Dia sudah punya banyak pengalaman memotret wedding dan pre-wedding. Dia pernah berpesan pada saya, 'Kalau ada teman yang butuh jasa fotografer tapi biaya terbatas, bisa hubungi gue aja,' katanya. Nah, kalau kalian kebetulan butuh atau sedang mencari jasa fotografer, silakan hubungi dia ya :)

Hm, selain ini semua, Ibu saya juga menyiapkan banyak hal untuk pengajian yang diadakan setelah akad nikah. Ibu, yang juga dibantu oleh saudara dan tetangga juga belanja bahan-bahan masakan yang akan disajikan di rumah. Tapi total biayanya gak bisa saya prediksikan karena saya gak tahu detail apa saja yang telah disiapkan oleh Ibu saya. Secara keseluruhan, pernikahan saya hanya membutuhkan biaya sekitar 7-8 juta (maksimal) untuk akad nikah dan pengajian di rumah saya. Ini belum termasuk pengajian dann bebawaan yang diadakan di rumah pasangan saya, ya.

Nah, terus bagaimana rundown acaranya? Nah, ini yang paling banyak ditanyakann orang-orang, karena clueless banget saat merencanakann pernikahan tanpa resepsi.
  • Akad nikah dilakukan pukul 10.00 WIB, dan selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah akad sempat ada sesi foto bersama di ruangan KUA tempat kami melaksanakan akad nikah;
  • Setelah dari KUA, semua tamu yang hadir kembali ke rumah saya. Ada sambutan dan ceramah sedikit dari Pak Ustad sebelum acara pengajian dimulai;
  • Sehabis waktu Dzuhur, pengajian dimulai sekitar kurang lebih 1 jam;
  • Acara dilanjutkan dengan makan-makan dan ngobrol bebas. Di sini, tamu-tamu saya dan pasangan saya mulai bergantian berdatangan hingga malam, dan saya udah berganti kostum kebaya tadi menjadi dress santai. Saya udah hapus make up dan hanya pakai jilbab biasa aja. Legaaa banget rasanya karena gak betah lama-lama kena make up tebal.
Beberapa teman yang datang ke akad nikah.

Ibu dan Bapak mertua, dan adik ipar.


Teman kampus dan dosen saya yang datang ke akad nikah.

Ini mah anak rusuh doang.

Sebelum akad nikah. Sumringah banget yha muka saya :D

Ini pelaminan tempat akad nikah di KUA Jagakarsa. Bagus kan?

Perlu kalian tahu, saya lepas make up dan kebaya itu sekitar jam 2 siang, setelah acara pengajian selesai, hahaha. Terus saya ngobrol sama tamu yang datang dan teman-teman dari pasangan saya dengan santai dan gak perlu duduk di bangku pelaminan selama seharian penuh. Ini adalah salah satu alasan yang lumayan penting dan bagi saya nilai plus, yang jadi alasan kenapa nikah tanpa resepsi itu asik. Karena saya juga bukan tipikal orang yang suka pesta dan gampang pusing kalau kelamaan lihat orang dalam jumlah banyak dalam satu area. Teman-teman saya bergantian datang dan pergi hingga sore menjelang malam. Saya bisa sambil tiduran dan main hp kalau lagi gak ada tamu. Sedangkan tamu pasangan saya ternyata masih betah berkumpul sambil melepas kangen sampai jam 4 pagi!

Nah, dari sini juga bisa diambil kesimpulan: akan lebih mudah menabung dalam jumlah yang gak terlalu besar dan dalam waktu yang gak terlalu lama bagi kamu dan pasangan kamu yang ingin nikah tanpa resepsi. Lha, niat baik yang bisa terlaksana dengan sederhana dan tetap bahagia kok terhalang biaya dan diundur-undur.

Buat kamu yang mau dan akan merencanakan pernikahan, coba didiskusikan dengan pasangan dan keluarga ya. Saya gak bermaksud mendiskreditkan keluarga yang masih ingin mempertahankan adat pernikahan sehingga mereka masih berpikir bahwa pesta pernikahan itu penting, bukan cuma sekadar menghabiskan uang puluhan juta saja. Saya gak bermaksud begitu. Malah bagus kalau masih mempertahankan adat dan budaya masing-masing, asal disesuaikan juga dengan keadaan dan kemampuan. Jadi gak ada yang pusing sebelah karena ingin nikah tapi belum bisa karena banyak faktor. Semoga niat baik kamu dan pasanganmu diberikan kemudahan yaaa :)

AKHIRNYA SAHH! LEGAAA...

Note:
Kontak Ibu Mulyani: 021-787-4452
Kontak fotografer: @arislansitohang (Instagram)

You Might Also Like

30 comments

  1. alhamdulilah yah mba semua berjalan lancar tanpa ada halangan, tips oke bwt yg mau nikah tanpa resepsi jg tnyata esensinya lebih kena ☺️ btw selamat y mb semoga mjd kel samara aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, makasih mbaa. yang penting kan niat baiknya dan sah :D

      Delete
  2. lagi nyari inspirasi ttg nikah tanpa pelaminan..whaaa...alhamdulillah..makasih banyak mba atas sharing2nya..mudah2an impian aku nikah tanpa pelaminan juga bisa terlaksana..salam kenal mba Asty...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, mbaa. semoga lancar ya persiapan pernikahannya. aamiin. hehehe. semoga tulisan ini sedikit banyak membantu :)

      Delete
  3. Tanya dong mbak, utk bisa di nikahkan di kantor KUA gratis, apa mesti pake pakaian pengantin, atau pake jeans saja bisa ? Dan apa mesti ada saksi yg kita bawa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, ya namanya nikah pasti pakai baju nikahan dong hehe. Yang penting syaratnya akad dilakukan di KUA pada jam kerja. Di luar jam kerja atau di luar KUA kena biaya kalau ndak salah 600ribuan, tapi ndak tahu ya sekarang sudah berubah atau belum. Untuk saksi pasti wajib dong kalau mau nikahnya sah :)

      Delete
  4. termasuk salah satu impianku sih nikah tanpa resepsi karna gamau ribet dan pusying juga kalo liat orang banyak apalagi pakek baju pengantin sama make up tebal jadi iseng iseng search d gugel ketemu artikelnya mbak sungguh menginspirasi :)) , btw kak untuk pengajiannya ibu ibu dibawakan makanan lagi pas pulang ndak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, makasih sudah berkunjung ya hehe. Pengajiannya iyah dikasih besek lagi buat ibu-ibunya.

      Delete
  5. Hai ka, terimakasih ya tulisannya sangat menginspirasi sekali :).... saya syuka bgt sama tulisa n kaka, dan insyaallah dlm waktu dkt ini juga saya akan melaksanakan pernikahan tpi dgn konsep yg sderhana, o'yah ngmong2 untuk konsumsinya ka, boleh tnya ga ? Itu kn ada pengajian ibu2 juga ya, wktu itu kaka pilih katering apa prasmanan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Azizah udah mampir ke sini :) aku masak sendiri waktu itu dibantu keluarga dan tetangga hehe. semoga lancar yaa sampai hari H :)

      Delete
    2. Baik ka, terimakasih atas jawabannya... allahumma amiinn... :) hhii

      Delete
  6. Assalamu'alaykum kak Asty, salam kenal ya kak, matur suwun sdah share penglamannya, semoga pernikahannya mendatangkan keberkahan, dkaruniai kturunan yg sholeh/ ah. InsyaAllah beberapa hari lagi saya jg akan melangsungkan akad tanpa resepsi kak, trus baca2 artikelnya kak Asty ini, tambah menambah ksiapan mental sy utk menghdapi tantangan moral dg pertnyaan2 maayarakat desa, maklum, pda umumnya melangsungkan pernikahan dg resepsi yg gedhe- gedhean. Alhamdulillah, ketika saya mengajukan proposal ke orang tua, utk menikah dg sederhana hanya akad sja dan acara syukuran dg mengundang tetangga jg kerabat langsung di ACC,,,😊.alhamdulillah orangtua calon jg legowo/ mau menerima dg apa adanya. InsyaAllah sehari sebelum akad di rumah paginya mau diadakan khataman Qur'an dan malamnya acara maulidan/ maulidur rosul.
    So'anya ya kak,,,matur suwun.
    Semoga teman2 yg lainnya yg jg mau melangsungkan akad dikaruniai kemudhan, rizki yg lapang, berkah semua.🌹

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih banyaaak ya Kak El :) Semoga lancar dan berkah juga untuk pernikahannya.

      Delete
  7. hai kak ,aku mau nanya dong ,kalo nikah di KUA itu berarti besanannya dimana ?dikua atau dirumah si pengantin? dan saat walimah itu ,mbanya pake undangan fisik atau hanya omongan ke temen?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Resti, jadi keluarga dari pasanganku paginya dateng ke rumahku dulu, terus kita barengan ke KUA-nya. Habis akad, baru ke rumahku lagi deh. Aku undang temen2ku cuma via japri aja kak, gak pake undangan hehe

      Delete
  8. terimakasih banyak. sangat menginspirasi:)

    ReplyDelete
  9. mbaaaaa aku terharuuu bangettt baca postingan ini ya allah mbaaa semoga bahagia dunia akhirat beserta suami yah mba aamiin allohumma aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo mbaaa, alhamdulillah. makasih banyak buat doanya yaaa :")
      semoga mbak juga bahagia selaluuu. makasih udah mampir dan baca-baca tulisanku :)

      Delete
  10. Hallo mbak saya juga orang jagakarsa kebetulan saya dan oasangan juga ingin menikah tanpa resepsi persis seperti akad mbak ini.

    Waktu persiapan waktu itu total persiapan berapa lama ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. haloo kak, saya gak sampe sebulan beres semua kok waktu ituuu hehehe.
      abis minta izin ke orangtua untuk menikah, kami langsung siapin beberapa hal. terus pihak pasangan datang melamar, dua minggu kemudian kami akad :)

      Delete
  11. Masyaallah. Menginspirasi banget kak. Aku juga pengen nikah simple tp masih bingung acaranya mau di bikin gimana. Setelah baca artikel ini jd terinspirasi buat bikin kaya gini aja. Kebetulan aku juga ga suka lama2 di tempat rame.

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo kak, alhamdulillah. terima kasih ya udah baca tulisan saya. semoga dilancarkan dan terwujud pernikahan impiannya :)

      Delete
  12. Halo mbak, rencananya bulan agustus depan saya dan pasangan saya mau menikah di KUA saja, karena keluarga cpp menganut adat jawa, karena arah rumah kita itu mojok (ngalor-ngulon) dan juga orangtuanya jauh semua di luar jawa. Dan waktunya ini mepet sekali kurang 1 bulan stgh. Kira2 mbaknya persiapan waktunya dari bilang ke orang tua mau menikah sampai akad itu berapa lama? Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai kak!
      saya sebulanan sih kayaknya, karena waktu itu minta izin nikah ke orangtua bulan november. desember awal kami lamaran, dua minggu kemudian menikah. secepet itu karena sebelum lamaran kami udah sambil bolak-balik urus ini itu juga. jadi kira-kira 1-2 bulan lah persiapannya :)

      Delete
  13. Mba q mau nikah bulan depan di KUA tapi q masih bingung round down acaranya di Kua tuh seperti apa?? Dan ada gak sih sambutan dr pihak perempuan dan laki2?? Ada pembacaan al quran gak di kua itu??
    Mohon pencerahannya mba,,🙏🙏

    ReplyDelete
  14. mba.. aku berterimakasih sudah dituliskan pengalamannya. Karena aku juga ingin berencana menikah tanpa resepsi mba..


    salam kenal ya mba..

    ReplyDelete
  15. Assalamualaikum kak,
    cerita kaka menginspirasi aku untuk bantuin kaka ku yang mau menikah tanpa resepsi nih ka. aku mau tanya ka, para tamu undangan yang datang saat dirumah disediakan bangku atau tidak? sistem para tamu datang itu bagaimana ya ka? ada backdrop sederhana gitu ga ka buat sekedar bisa fotofoto bareng sama tementemen gitu ka, ada ga ya? makasih kak

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah ya mba ��

    ReplyDelete

Thank you for meeting me here! Hope you'll be back soon and let's connect each other 😉